​HUNTER X HUNTER FANFIC PART 4 : A JOURNEY CONTINUE


​HUNTER X HUNTER FANFIC PART 4 : A JOURNEY CONTINUE

” Rubicuta City “” Memang benar benar nyata seperti kota sungguhan. “

“BOOK “

“Payah… mengapa Guru menyuruhku belajar Hatsu di Greed Island ini ?”

(Aku tak habis pikir harus kemana lagi. Apa yang harus kulakukan di saat ini)

” Pergi ke bar. Mungkin itu tujuanku.”

(Wow… bar disini sangatlah ramai. Padahal baru menjelang sore hari. Apa ini benar benar nyata ? Bau rokok yang bertebaran…. bau alkohol… semuanya sangatlah nyata)

“Pak pesan Orange Squash ” kataku ke bartender.

“Oke..  harganya 20 Zenny. Atau kau bisa membayar dengan 1 Kartu Rank F”

“Ini 1 kartu Rank F” kataku

(Jangan ditanya dapat dari mana. Guru Ging rupanya membekali binder ku dengan beberapa kartu)

BRUAKKKK…..

“Jangan macam macam denganku …. cepat bayar !!!”

“Tenang akan kubayar… Kubayar dengan Clone Card…”

“Tidak… aku mau Paladin Necklace…. “

(Jih… pertengkaran sehari hari di bar. Tak ada aksi maka tak ada uang. Begitulah)

“Ehhh….. apa apaan ini ?”

(Aku merasakan semacam aura yang menguat. Ini adalah Ren. Ren dari kedua orang yang bertengkar tadi)

“OIII…  JANGAN MENGGUNAKAN NEN UNTUK BERTARUNG…. GUNAKANLAH KARTU !!”

“Wah… keras juga si bartender itu. Jadi dia bisa merasakan Nen mereka ?”

“Oke oke….  maafkan kami.. akan kami selesaikan di luar tanpa Nen”.

(Suasana yang tadinya kacau menjadi mereda. Jih, sampai lupa belum minum Orange Squash ku)

” Hei nak… maaf ya tentang tadi ?”, kata bartender itu.

“Iya santai aja pak. Sudah biasa. Jadi bapak juga bisa merasakan Nen? Apa pengguna Nen juga ?”

” Bukan … aku hanyalah NPC… Non Player Character yang diprogram gamemaster.”

“Intinya jadi hanyalah program begitu ?”

“Tepat sekali anak muda”

“Oh ya… satu lagi… apa penggunaan Nen benar benar dilarang dalam Greed Island ?”

“Bukan dilarang… tapi dibatasi penggunaannya untuk hal hal konflik. Namun dalam hal lainnya seperti pengintaian, pemulihan fisik dll diperbolehkan.”

“Oh.. begitu. Oke terima kasih atas penjelasannya. Aku pergi dulu.”

“Katakan dulu namamu nak…”

“AKU… KAITO…. MURID NO. 1 GING FREECS”

(Segera kutinggalkan bar itu. Jadi penggunaan Nen diperbolehkan dan di antara player player  juga ada pengguna Nen. Dan asumsiku juga ada Hunter Pro disini)

“Mencari Hunter Pro ? Berdasarkan aura mereka ? Bukannya Hunter Pro selalu menyembunyikan aura nya. Bahkan Guru Ging saja hanya terasa aura nya samar samar… hanya terasa saat kita berlatih”

(Kulihat hari semakin gelap. Mungkin cukup untuk hari pertamaku di Greed Island. Harus segera kucari penginapan)

Di penginapan …..

“Nah latihan dulu”

TEN !!!

“Tingkat selanjutnya REN !!! “

“Seharusnya harus bisa kupertahankan selama 30 menit. Intensitas aura juga harus diperkuat.”

30 menit setelahnya….

“FIUH… lumayan capek. Harus masuk mode Zetsu untuk memulihkan tenaga.”

Zzzzzzzzzzzzz




Keesokan harinya …..
“Yosh…. cari sarapan”.

(Pagi harinya aku melanjutkan perjalananku menemukan Hunter Pro. Yah sarapan dulu dong.)

“Peta… peta…..”

“Oh…. peta… kurasa aku butuh. Pak saya ambil satu ?”

“Yang mana nak ? Peta buta atau peta lengkap ?”

“Yang lengkap pak. Tidak apa apa lebih mahal asalkan petanya benar benar lengkap.”

…………

“Ok…. di peta ini…. hmm….kota ini menarik rupanya…”

“Gambling City, Dorias”

“Tapi tujuanku kan mencari Hunter Pro ? Dan kurasa aku harus menuju Antokiba. Di peta tertulis sebagai starter city. Kota yang artinya merupakan kota wajib bagi player.”

“Aku berani bertaruh pasti kutemukan Hunter Pro disana.”

“RETURN ON …..MASADORA !!!”

“RETURN ON …. MASADORA !!! “

“RETURN ON ….MASADORA !!! “

(Kulihat beberapa player beterbangan di langit.  Melesat dengan kecepatan tinggi)

“Hmm…. coba kulihat peta dulu… Masadora”

“Satu satunya kota untuk memperoleh Spell Card. Gunakan dengan bijak”

“Hmm… Spell Card…. terlihat penting. Oke kuputuskan ke sana dulu “

(Kurang lebih 25 km perjalanan ke arah Timur. Tak sampai dua jam, aku sudah sampai di kota Masadora)

“Wah… menarik sekali tata kota nya. Seperti negara dongeng”(Tiba tiba seseorang menghampiriku)

“Hey kau….. apa kau memiliki kartu Leave ??”

“Tidak”

“Jangan bohong kau bocah…..”

“BOOK….. STEAL…. TARGET KAITO”

“APA HANYA KARTU RANK G MURAHAN ? JIHH…. BOCAH”

“RETURN… MASADORA ON”

(Dan orang itu menghilang)

“Apa yang orang itu lakukan ? Apa dia mencuri kartuku?”

“BOOK”

“Ternyata benar. Ada kartuku yang hilang”

“Jadi kesimpulannya ada beberapa kartu support yang dinamakan Spell Card. Demi mengoleksi 100 kartu di Slot Terlarang ya ? Hmm menarik”

……………

“Jadi ini yang dinamakan Battle Ground ? Tempat berlatih sekaligus mengumpulkan zenny demi Spell Card. Jadi nostalgia ujian Hunter.”

“Cyclops, Monster kuda, Monster armor dll. Banyak juga variantnya.”

BRAKKK … BRUKKKK……

“Nah kurasa sudah cukup. Monster monster nya makin lama makin susah dan kurasa kartu yang kudapat sudah cukup. Sekarang tinggal menukarkan kartu kartu ini.

“Hmm beli yang mana ya ?”

(Di toko banyak sekali kartu yang dijual. Mulai dari rank G sampai rank B ada. Kabarnya jika cukup beruntung kita bisa mendapatkan kartu Rank SS. Tapi peluangnya 1 : 1000. Kucari spell card yang berguna untuk perlindungan dan transportasi. Sementara untuk penyerangan aku rasa tidak perlu. Tujuanku bukan mengoleksi kartu)

“Nak.. apa kau sudah selesai belanja ?”, kata penjaga toko

“Sudah pak. Hanya kartu kartu ini saja.”

(Kuserahkan 20 lembar kartu)

“Sedikit sekali untuk ukuran Newbie Player. Biasanya sih newbie belanjanya langsung banyak demi mengejar peluang mendapat Kartu dengan Rank tinggi”.

“Aku tak peduli. Aku hanya mau berlatih Nen disini. Juga mencari guru yang mau mengajariku”.

“Yah sayang sekali padahal yang mau kutawarkan adalah paket box special dengan rasio mendapatkan kartu Rank SS hanya 1 : 100.”

GLEKKK…

“Aku….. beli itu paman”

“Khilaf juga akhirnya kamu nak. Harganya 100 ribu zenny sebox. Deal ?”

…………………..

(Dan tak disangka dari box itu aku memperoleh beberapa kartu cukup langka. Ada Spell Card Trace, Leave, dll)

“Oke sekarang kembali ke Antokiba”

“Hei nak….”

“SIAPA ITU ??”

“Kumohon… pinjamkan aku Leave mu”

(Sial.. darimana orang ini muncul. Auranya sama sekali tak terasa. Zetsu nya sangat sempurna)

“Kau.. kau mengapa kau tak mencoba mencuri saja?”

“Haha… benar benar tipikal tipe Hugenka.”

(Orang ini juga bisa menebak tipe Nen ku. Sial)

“Aku ada urusan di Asosiasi Hunter. Maka dari itu pinjamkan aku Leave mu.”

“Asosiasi Hunter ? Anda Hunter Pro ?”

“Tentu saja. Pinjamkan aku Leave mu maka aku akan melatih mu di Greed Island ini. Sekaligus menempa teknik teknik Shingen Ryu mu.”

(Sial… aku tak punya pilihan selain mencoba percaya. Kelihatannya orang ini bisa diandalkan. Perawakannya rada rada brewokan seperti Guru Ging sih)

“Ini”

(Leave pun kuserahkan)

“Kaito…. tunggu aku di Battle Ground seminggu lagi. Selama itu kau berlatih lah teknik teknik dasar saja. LEAVE ON !!!”

(Dan seketika orang itu langsung hilang tanpa pernah mengatakan nama maupun tujuannya)

Iklan
Pos ini dipublikasikan di fanfic, Hunter X Hunter dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s