MY YUGIOH MY LIFE PART 3


Kira kira di event cosplay Confess, saat itu saya yang sedang bercosplay Judes Yuki dinotice oleh seorang duelist real life bernama Roy yang notabene anggota Coys (Community of Yugioh Surabaya). Maka pembicaraan tentang Yugioh tak terelakkan. Mulai dari banlist, meta dll. Setelahnya saya diundang untuk mampir ke Facebook Page Coys. Wah pasti menarik nih.

Dan dari salam perkenalan, saya akhirnya berkenalan dengan Waketu Coys yaitu Fendi Surya Prasetyo. Beliau banyak membimbing saya dan tentunya mengobrol seputar Yugioh. Kira kira tanggal 10 September 2016 di Surabaya Championship Series, untuk pertama kalinya saya berduel secara real dengan duelist real pula. Sayangnya saat itu kartu kartu yang saya gunakan masihlah fake (Hunder) dan saya dikalahkan 2 – 1 oleh Fendi dengan Fluffal nya. Setelahnya saya berduel dengan Rovi (Beast Sandayu). Saya menang tapi kemenangan itu belumlah sempurna.

Wah di pintu keluar ada yang jualan kartu yugioh ori. Maka saya mencoba untuk membelinya. Waktu itu booster yang saya beli hanya 1 Number Hunter dan 1 Battle Pack Epic Dawn. Dan saya mendapat kartu Secret Rare “Norito” dan ada juga Super Rare “Kagetokage”. Wah rupanya tak salah saya meminta Mas Hendra memilihkan booster untuk saya. Thanks ya Mas.

Sudah hasrat manusia meskipun sudah memiliki sesuatu pasti menambah lagi. Jujur tujuan saya adalah berniat investasi lewat Yugioh (tahu sendiri kan betapa mahalnya kartu kartu laknat). Maka saya mendatangi Marsindo Games yang terletak di persis sebelah Univ. Narotama Surabaya. Bingung sih pada awalnya, namun saya akhirnya memilih Collector Tin Blaster Dragon Ruler dan 6 booster Number Hunter. Dari pembelian tersebut saya mendapatkan beberapa kartu menarik seperti Gagaga Cowboy, Sky Pegassus, The Grand Spellbook Tower, Skypalace Gangarindai dll. 

Rupanya Fendi menyarankan saya untuk membeli core deck dan saya mengiyakan. Maka saya memilih “Hunder” sebagai dek saya (cupu banget). Namun rupanya masih ada yang kurang yaitu saya membutuhkan staple staple juga monster Xyz Rank 4 tentunya. Maka kekhilafan saya berlanjut.

Di pembelian berikutnya saya membeli 1 Collector Tin Excalibur, 1 Collector Tin Wind Up Zenmaister dan 1 Starter Deck Dark Legion. Dari Dark Legion saya akhirnya mendapat cukup trap dan spell untuk melengkapi deck saya. Sementara untuk Rank 4 Xyz masih nihil dan pakai fake sebagian besar. Maka jadilah dek Hunder real life versi saya. Dan Fendi  memutuskan untuk mengetest deck saya.

Dan…. deck saya dihancur leburkan oleh deck Majespecter juga Dinomist. Combo combo yang pernah saya lakukan dulu di Dueling Network ataupun Ygopro nyaris tak bergaung. Maka saya mengambil kesimpulan bahwa deck saya ketinggalan zaman, untuk mengejar ketinggalan tersebut harus membeli kartu meta terbaru yang notabene mahal (seperti Card of Demise dan juga Dimensional Barrier )

Maka sejak saat itu saya menunda niat untuk mengupgrade deck saya. Saya lebih memilih Yugioh sebagai kartu koleksi juga investasi. Koleksi Yugioh saya bisa dilihat di halaman Want to Sell (Modus promosi). Tapi saya tentu saja tak akan berhenti main Yugioh, paling tidak saya masih bisa bermain YgoPro. 

Sekian curhatan saya kali ini. Terima kasih atas waktunya. Sampai jumpa di lain kesempatan.

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Yu-Gi-Oh dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s