HUNTER X HUNTER FANFIC PART 3 : A WAY TO GO


HUNTER X HUNTER FANFIC PART 3 : A WAY TO GO

BREEEENGSEEK !!! SIAL…. SIAL….. SIAL !!!!

“Ada apa denganku ? Kenapa tak muncul muncul juga ?”

“Apanya yang Hunter ? Apanya yang Nen ? Apanya yang keberuntungan ?”

“Jih… kalau begini terus bisa malu sama guru.”

(Aku Kite. Saat ini aku telah berumur 17 tahun. Baru lulus ujian Pro. Nen ? Bisa sih. Sekedar dasar dasar sih seperti Ten, Zetsu dan Ren. Mengenai Hatsu sih belum. Sialnya aku jatuh ke golongan Hugenka. Golongan yang susah susah gampang. Tapi…..)

“Halo…. Hunter Pro !!! Bagaimana latihanmu ?”

“AH…..BERISIK !!! OOOPS !!!”

(Sosok yang telah lama menghilang sejak hari kelulusanku. Dia lah yang telah mengajariku tentang berbagai hal. Dialah…)

“GURU GING !!!!”

“Kite… kau masih belum bisa Hatsu. Payah sekali”

“Jiihhh…. sama sekali tidak berubah ya. Tiga tahun dan tanpa perubahan.”

“Hehe… kau tambah tinggi ya Kaito”

“PUNCH !!!!”

“CLAPP !!!”

“He he serangan yang cepat. Tapi aku yang sekarang bisa menangkisnya.”

“Hahaha…. mahir juga kau”.

(Aku dan guru berlatih tanding. Sudah lama aku tidak melawannya. Aku penasaran sejauh mana aku telah berkembang)

“Kaito, lihat di atasmu !!!”

(Kulihat seperti meteor berjatuhan dari langit. Meteor di sore hari. Namun aku bisa memperkirakan itu adalah teknik Nen. Apa mungkin teknik guru ?)

“TEN !!!”

“DENGAN TEN SEGITU PERCUMA !!! RASAKAN INI “

“PUUUNCH”

BRUAAAKK !!

“Oops… aku berlebihan.Sori Kaito. Kekuatanku belum kusetel ulang sejak bertarung dengan Razor”

(Terhempas… entah berapa meter. Namun aku masih tetap sadar. Terasa sakit sekali. Sakit…. sakit… sa…. ki…tt)

“OII…. GIMANA KALAU AKU MATI ???”

“Maaf deh… maaf… lagian kalau kau memang Hunter kau tak akan mati semudah itu”.

“ Ampun dah….”

“Ayo akan kusembuhkan luka lukamu barusan. Tapi setelah itu latihan lagi. Latihan Pengembangan Dasar Dasar Nen.”

“ Payah…. Ajari aku dasar dasar Hugenka dong. Aku yakin guru pasti bisa meski guru tipe Kyoka.”

“Kaito. Kau tidak lupa kan pentingnya betapa pentingnya teknik dasar kan ?”

“Ten, Zetsu dan Ren kan. Menurutku itu sudah bisa dikatakan cukup sebagai Hunter.”

“Hadah… kau itu mantan pencuri. Harusnya berpikiran lebih luas dari itu..”

“Ummm….”

“Memang benar hanya dengan teknik Nen seperti yang kau sebutkan kita sudah bisa dibilang Hunter. Bahkan juga bisa dibilang sudah bisa memperoleh pekerjaan. Tapi ada pepatah yang bilang ‘Tuntutlah ilmu sampai ke Negeri Cina’. Paham ?”

“Jangan setengah setengah dalam mencari ilmu. Begitu Guru ?”

“Yups. Dalam kasus Nen, pengalaman hidup kita akan berdampak pada Nen. Aku sendiri pun tiap hari mengasah Nen ku. Walaupun akhir akhir ini mulai malas sih karena kesibukan kerja.”

(Aku pun berdiri)

“Ayo kita mulai latihannya !!!”

“Hmmm…. latihan mana dulu ya ? Gyo ?? In ??? Ko ??? En ??? Atau langsung semuanya hahahaha”
……………………………

“OOOI GURU !!!! SUDAH BELUM !!!!”

“Yupsss…. kau berhasil mempertahankan Ren dalam 3 jam. Pertahankan !!! Stamina penting loh bagi seorang Hunter”

“Nih…. minumlah…. minuman isotonik”

GLUPPP…. GLUPP…GLUPPP…..

“Fiuhhh…. capeknya……. “

“Kaito, besok subuh berkemaslah. Akan kuajak kau ke tempat yang menarik. Anggap saja ini hadiah atas latihan kerasmu selama sebulan ini.”

“Tapi…guru…. aku hanya ingin latihan. Agar secepatnya aku bisa belajar teknik Hugenka.”

“Ya… ya…. Hugenka…. Hugenka…. repot juga sih kalau ga tahu benda apa yang ideal”.

“ Kalau aku maunya sih pedang atau tombak. Senapan juga boleh. Pokoknya yang berguna di segala situasi dan tentunya fleksibel.”

“Kau terlalu mengada-mengada, Kaito”.

“Sekarang ayo tidur. Besok pagi pagi kita berangkat”.


………………………………..
(Huaaaah… Pagi pagi sekali aku sudah dibangunin Guru. Hanya sekedar cuci muka langsung kita berangkat).

“Jadi kemana kita akan pergi ? “

“Ke suatu tempat untuk menggembleng kemampuan Nen mu sekaligus membangkitkan Hatsu mu”

“Menarik kelihatannya”

“GREED ISLAND”

“Oh jadi tempatnya di suatu pulau ya ? Apa di sebelah timur benua Yorbian ini ?”

“Glekk… li…lihat saja nanti. Jangan tanya yang aneh-aneh”

(Yah kukira guru akan mengajakku ke bandara atau pelabuhan. Nyatanya ia malah membawaku ke arah timur menuju ke arah Yorkshin City. Perjalanan sih membutuhkan 5 jam. Jalan kaki tentunya.)

“Nah ini tempatnya, Kaito”.

“GLEKKK…. GURU …. INI KAN GAME CENTRE”

“Benar…. Greed Island adalah suatu game. Ayo kita masuk”.

“OII … AKU BUKAN BOCAH LAGI. AKU INGIN SEGERA LATIHAN AGAR HATSU KU BANGKIT !!!”

“Waduuhhh… ampun. Bukankah kau senang harusnya. Dulu kan kau ga pernah main game. Hahahahaha”.

“OKE… AKU AKAN MENCARI GURU LAIN !!!”

“Hey…hey…. Jangan terlalu serius dong. Bahkan Hunter Pro pun butuh waktu untuk relaksasi. Ayolah. Ini bukan game biasa. Virtual Reality loh”.

“Jadi ini game yang sedikit banyak memberikan pengalaman secara nyata kepada pemainnya. Menarik”.

(Aku memutuskan untuk mengikuti guru. Akhirnya sampai ke suatu Game Arcade. Guru pun segera melakukan sesuatu pada mesin itu. Dan… tiba tiba kami sampai ke suatu tempat yang berbeda)

“Yo Eeta. Lama ga jumpa”

“Umm Ging. Gimana ?? kau sudah mengunjungi anakmu ?”

“Waduuh… Jangan tanya aneh aneh Eeta. Buset. Oh ya, aku mau mendaftarkan anak ini”

“Aku Kaito. Salam kenal !!”

“Aku Eeta. Operator Greed Island. Kau murid Ging ya ?”

“Bukan Eeta. Dia anak miskin yang kutemukan di suatu tempat. Karena kasihan, kuajak kesini deh supaya bisa main game”.

“Hahahahaha

“DASAR PAYAH”

“Jadi Kaito, mau pakai user name apa ?”

“Umm.. apa ya ?”

“NIGG….Pakai itu saja”.

“Ging…. jangan menyela dong. Kasihan kan Kaito”.

“Gapapa. Pakai user name itu saja”

“Oke. User name : NIGG. ENTER”

“WELCOME TO GREED ISLAND !!!”

(Kami sampai di suatu padang rumput yang terhampar luas. Belum pernah kulihat tempat seperti ini)

“Kaito, aku ada urusan. Berlatihlah dan segera bangkitkan Hatsu mu. Setelah itu kembalilah ke tempat ini lagi”.

“Yosh !!!”

“Satu lagi. Jangan berurusan terlalu dalam dengan player lainnya. Berhati hatilah”

WUZZZZ

“Selalu banyak alasan untuk pergi”.

“Oke sebaiknya aku menuju arah selatan. Kulihat banyak orang menuju ke sana. Mungkin ada suatu kota”.

(GREED ISLAND memang bukan game biasa. Rasanya aneh, seperti benar benar pengalaman nyata. Kulihat beberapa orang mengeluarkan semacam buku)

“Loh. Sejak kapan aku memakai cincin. Aneh..”

“ Kudengar player disini sering meneriakkan kata ‘BOOK’ dan ‘GAIN’. Apa perlu kucoba ya ?”

(Melalui serangkaian percobaan ternyata BOOK berfungsi memunculkan semacam Binder untuk mengumpulkan kartu sementara GAIN untuk mengubah kartu yang kita kumpulkan menjadi bentuk aslinya. Semua benda di game ini bisa dipungut dan bisa dijadikan bentuk kartu)

“Oke deh. Sebaiknya aku mengumpulkan beberapa item yang bisa menguntungkanku. Juga sebaiknya aku menemukan semacam senjata. Pedang sepertinya cocok”.

RUBICUTA CITY….. AWAL BAGUS UNTUK PEMULA (Tulisan yang tertera di papan nama)

“Mungkin disana aku akan menemukan pedang.”

“Menuju RUBICUTA CITY. Kira kira jaraknya 15 km dari sini. Tak masalah”
(Dan perjalananku di Greed Island pun dimulai. Aku tak boleh lupa akan tujuan utamaku. Aku tak boleh terlena sebab keasyikan memainkan game ini. Harus fokus demi satu tujuan !!!)

BERSAMBUNG

Source : duniawebnovel

Dibunuh oleh Sage Emperor dan terlahir kembali sebagai dirinya sendiri ketika berusia 13 tahun, Nie Li diberi kesempatan kedua dalam hidup. Sebuah kesempatan kedua untuk mengubah segalanya, menyelamatkan orang-orang terkasih dan kota yang ia cintai. Dapatkah ia melakukannya ? Akankah semua berakhir damai ? Temukan ceritanya disini

Iklan
Pos ini dipublikasikan di fanfic, Hunter X Hunter dan tag , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s