A DIARY OF MINATO PART 5 : DREAMS, LIES OR FUTURE?


DREAMS, LIES OR FUTURE?
“Kushina jangan terlalu banyak bergerak. Istirahatlah..”
“Apa sih, aku kan sedang menyiapkan sarapan untukmu”, kata Kushina.
“Tapi.. aku kan bisa sarapan di Ichiraku. Lagipula kata dokter….”
“Nih.. cepat habisin”.
(Seporsi mangkuk ramen ukuran jumbo telah tersaji di hadapanku)
“Ya ampun.. Pedas sekali Kushina!!”
“Cih, bisa mual nih kalau kumakan semua. Tapi kalau tak kuhabiskan pasti dia marah”.
“Minato.. ini bekalmu..”
FLASH!!
“Loh mana dia? Eh, ramennya belum habis. Awas kau Minato!!”
(Haduh, terpaksa pakai Jikuukan Ninjutsu. Lagipula aku harus segera sampai ke kantor. Menandatangani berkas-berkas yang kian menumpuk. Tapi aku tak boleh mengeluh karena aku adalah Hokage Keempat).
(Sampai di kantor Hokage)
“Ah, ada Hokage Ketiga”.
“Minato.. ada yang ingin kusampaikan padamu. Bagaimana keadaan Kushina?”.
“Kushina.. Dia baik-baik saja. Walaupun hamil 5 bulan, dia tak menunjukkan tanda-tanda kelelahan layaknya wanita hamil umumnya. Mungkin karena ia adalah klan Uzumaki”.
“Berarti tak ada yang perlu dikhawatirkan. Karena ia adalah klan Uzumaki, maka dia akan cukup kuat untuk menekan Kyuubi saat proses persalinannya”.
“Dan saat itu aku pasti mendampinginya”, kataku dengan pasti.
“Oh ya.. sudah kau siapkan nama untuk anakmu, Minato?”
“Sudah. Tapi tak bisa kuberitahukan pada anda. Top Secret”, candaku.
“Terserah. Lanjutkan tugasmu”.
“Siap!!!”

(Jarum jam sudah menunjukkan pukul 23.00. Kushina pasti sudah tidur. Tapi aku ragu. Jangan-jangan ia menungguku di depan rumah dengan ekspresi “Habanero”-nya. Waduh).
“Ah.. Selesai sudah. Ayo pulang”.
FLASH…
“He..He.. lampunya sudah mati berarti ia sudah tidur”, kataku.
(Benar, ia sudah tidur dan akupun berbaring disampingnya. Entah mengapa aku merasa ngantuk sekali. Mungkin karena kecapekan. Dan malam itu aku bermimpi indah…)

=========><=================><================

kushina and infant naruto

ibu menyayangimu nak…

“Bertahanlah Kushina… Berjuanglah Naruto…”
“Minato, aku nggak kuat. Sakit sekali. AAH!!!”, jerit Kushina.
“Sedikit lagi Kushina… Tarik napas, keluarkan..”, kata salah satu suster.
OOEKK… OEEK…
“Cepat ambilkan handuk dan air hangat”, perintah suster itu ke suster lainnya.
“Suster.. boleh aku melihatnya..?”, rintih Kushina.
“Tentu saja. Anak laki-laki yang sehat. Selamat untuk kalian berdua”.
“Akhirnya aku jadi ayah”, kataku seraya menangis bahagia.
“Minato.. anak inilah yang akan mewarisi Tekad Api kita”, kata Kushina.
“Ya.. karena ia anak kita. Konoha Kirou Senkou dan Akai Chishio no Habanero. Sekarang beristirahatlah Kushina”.

=============><====================><============
(Rasanya baru kemarin Naruto lahir. Sekarang ia sudah mulai belajar merangkak. Rambut kuningnya persis sekali denganku. Tak sabar rasanya ia bisa memanggilku “Ayah”)

naruto's family 1

cheese….

TOK..TOK..TOK..
“Minato.. Tolong bukakan pintunya. Aku lagi mengganti popok Naruto”.
“Siap”.
“Halo..”
“Ah.. Guru Jiraiya..masuklah..”, sambutku dengan wajah ceria.
“Ya.. akan kusiapkan camilan setelah selesai mengurus Naruto”.
“Naruto suudah lahir ya?”, tanya guru.
“Iya.. Tepatnya 6 bulan lalu”, kataku.
“Wah wah.. muridku sudah menjadi ayah. Kapan ya giliranku?”
“Guru sih.. ditolak terus sama guru Tsunade. Move-On dong”, sindirku.
“Wah seru sekali pembicaraannya. Boleh kita bergabung?”, kata Kushina.
“Oh ini Naruto. Wah rambutnya kuning, mirip denganmu”.
“Ya iyalah. Naruto kan anakku. Gimana sih guru?”, kataku.
“Guru Jiraiya ada ada saja”, timpal Kushina.
“Aduh..duh.. si Naruto menjambak rambutku…AAGH”, jerit Jiraiya.
“Kurasa Naruto suka rambutmu, guru”, kataku.
“Ah.. Jangan Naruto.. Kasihan guru”, kata Kushina seraya melepaskan tangan Naruto.
“Wah..wah, Naruto tenaganya kuat sekali ya. Warisan ibunya sih”, kata Jiraiya.
“Guru..Aku dengar looh..”, kata Kushina.
“Becanda.. Becanda..”, balas Jiraiya.
“Eh.. Guru Jiraiya.. foto kami dong..”, kataku.
“Ah.. Foto keluarga ya.. Oke-oke..”
“Kushina, sini Naruto aku gendong. Gantian”, kataku.
“Siap ya 1..2…3.. CHEESEE!!”

=============><====================><===========
(Waktu kian berlalu. Naruto sekarang sudah mulai belajar berjalan)

naruto's family 2

ayo ke ibu… pelan pelan ya naruto

“Ayo Naruto ke sini”, kataku.
“Berjuanglah Naruto”, kata Kushina menyemangati.
(Pelan tapi pasti Naruto berjalan menghampiriku. Kira-kira setengah jalan..)
BRUUK…
“Ah Naruto..”, kata Kushina.
“Tunggu Kushina, lihatlah”.
(Naruto yang sempat jatuh akhirnya bangkit lagi dan berjalan menghampiriku. Kali ini langkahnya lebih mantap dan akhirnya ia pun sampai)
“Kau hebat Naruto. Ayah bangga padamu”.
“Ibu juga bangga padamu”.
“AA..YAA….I..BUUU..”
“Kau dengar Minato? Ia memanggil kita!!”, kata Kushina.
“Naruto…”
(Dan aku memeluk Kushina dan Naruto dengan erat. Mereka adalah anugerah terindah dalam hidupku)

===========><==================><==============

naruto's family 3

besok udah mulai sekolah nak…

“Ayah, bangun nanti kita telat loh”, kata Naruto.
“Hmm.. apa sih Naruto? Ayah kan capek”.
“Tapi hari ini adalah hari pertama aku masuk Akademi Ninja. Orang tua siswa diharap hadir”.
“Mana ibumu?”, kataku.
“Ibu sih sudah berangkat duluan”, kata Naruto.
“Oh gitu. Tunggu sebentar ya, ayah ganti baju dulu”.
(Suasana yang sama setiap tahun penerimaan siswa baru. Banyak terlihat orang tua murid yang mengantar mereka)
“Aah..Ada Shibi, Choza, Shikaku, Fugaku dan teman-teman lainnya seangkatanku”.
“Tuh liat Naruto.. Itu teman-teman Ayah . Anak-anak mereka nantinya akan menjadi temanmu di Akademi”, kataku.
“Oke, aku akan berteman dengan mereka”.
“Dan kelak aku akan menjadi yang paling hebat di antara mereka”, sesumbar Naruto.
“Ah itu ibumu. Lagi ngobrol rupanya”, kataku.
“Oi Kushina.. sini ayo!!!”, teriakku.
“Ibu.. disini…”, timpal Naruto.
“Ayo kita ke panitia pendaftaran”, kataku.
“Wah.. anaknya Hokage ya. Namamu siapa?”, kata panitia pendaftaran.
“Namaku Uzumaki Naruto”, teriak Naruto dengan lantang.
“Wah semangat sekali ya”.
“Pak, tolong jangan istimewakan Naruto. Perlakukan dia seperti anak pada umumnya. Aku tak mau anakku menjadi sombong lalu diperlakukan khusus gara-gara ia anaknya Hokage”, pintaku.
“Beres. Serahkan itu pada kami”.
“Nah keluarga Minato. Silakan foto dulu..”, ujar tukang foto.
“Ayo .. Ayah.. Ibu…”
“Siap 1..2…3..”
JEPRET..

================><==================><===========

naruto and kushina 2

ma, pulang sekolah entar .. aku masakin nasi goreng ya…

“Ibu lebih kencang lagi…”, kata Naruto.
“Iya..iya.. Eh Naruto, nanti pulang sekolah langsung pulang ya. Jangan main dulu oke?”
“Tapi kenapa bu. Hari ini kan aku mau main sepak bola”, keluh Naruto.
“Turuti ibu dan jangan membantah”.
“Iya..iya..”

=============><==================><==============

happy birthday naruto

hore…. happy birthday

(Saat di rumah)
“Wah akhirnya selesai juga ya Kushina”, kataku.
“Iya, Naruto pasti sangat senang”, kata Kushina.
“Tinggal menunggu ia datang”.
AKU PULANG!!!
SURPRISE!!!
“Eh.. apa ini.. kok heboh begini?”
“Selamat ulang tahun Naruto!”, kataku.
“Emang tanggal berapa sekarang?”
“10 Oktober. Tepatnya 8 tahun lalu kau lahir ke dunia”, kata Kushina.
“Ayah dan Ibu bangga memiliki anak sepertimu Naruto”, kataku.
“Eh ayo Naruto, make a wish”, sahut Kushina.
“Oke..Ehem, Tuhan.. Terima kasih kau telah memberiku Ayah dan Ibu yang penuh kasih sayang. Berikanlah mereka selalu perlindungan-Mu. Ehem.. Apa lagi ya? Oh ya kabulkanlah permohonanku ini”.
“Aku ingin..MENJADI HOKAGE TERHEBAT DI KONOHA!!!!”
“Hidup Hokage Naruto…”, teriakku.
PREET… PREEET…
“Ah.. sudah pagi..”
“Mimpi apa ya tadi barusan? Apa tadi kilasan masa depan atau atau sekedar ilusi?”
“Ah tak ada waktu untuk memikirkan mimpi tadi. Tapi aku percaya bahwa Naruto akan menjadi shinobi yang hebat. Karena dia kan anakku..”
FLASH……

Iklan
Pos ini dipublikasikan di fanfic, Naruto dan tag , , , , , , , , , . Tandai permalink.

2 Balasan ke A DIARY OF MINATO PART 5 : DREAMS, LIES OR FUTURE?

  1. sakura berkata:

    AKU SEBENARNYA MAU DI INDONESIA/MAGELANG ADA SYUTING NARUTO MAKSUDNYA ANAK ANAK SD GITUUUUUU LOOOOOOOOOO GUA MAUUUUUUU BGTTTTTTTTTTTTT SEMOGA ADA YAAAAAAAAAAAAAAAAA

    Suka

  2. febriminato berkata:

    ikut acara cosplay.. udah banyak yg cosplay in naruto cs looh

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s