A DIARY OF MINATO PART 3 : MINATO’S TEAM


MINATO’S TEAM

Minato's Team

senyum dong… masa pada manyun gitu

 

Hari ini timku akan melakukan misi penghancuran di Kusagakure. Sebuah misi rank- S, karena bila misi ini sukses maka kekuatan musuh akan berkurang signifikan. Kuharap Perang Dunia Shinobi ini segera berakhir.

(Pagi harinya)

“Hmm, mana anak-anak kok belum datang.”

“Aku datang guru.”

“Selalu datang tepat waktu. Itulah Kakashi”, kataku sambil tersenyum.

“Seorang shinobi harus selalu tepat waktu. Benar kan guru?”

“Iya. Kau memang hebat Kakashi. Jounin termuda tahun ini.”

“Ah guru, bisa saja. Itu karena aku tak punya saingan berarti.”

(Satu lagi anak datang)

“Maaf guru. Aku harus membantu menyiapkan sarapan. Jadi agak telat deh.”

“Ah tidak Rin. Kau tidak telat kok”, kataku.

“Ehem, masih kurang satu ekor”, sahut Kakashi.

(Akhirnya dia datang)

“Maaf guru. Aku telat. Tadi aku menolong nenek tua yang menyeberang jalan.”

“Konyol”, kata Kakashi.

“Wah Obito memang anak yang berbakti ya”, puji Rin.

“Itu wajar Rin. Aku kan pewaris klan Uchiha.”

“Uchiha apaan? Sharingan aja belum muncul.”

“Apa kau bilang Kakashi? Mau berantem ya?”

“Hei-hei sudah-sudah. Sekarang cepat perlihatkan perlengkapan kalian. Aku akan melakukan pengecekan.”

Sesi pengecekan berlangsung. Hal ini teramat penting bagi shinobi yang berangkat ke medan perang. Kunai, Shuriken, P3K dan sebagainya harus selalu ada dalam tas shinobi.

“Yah semua komplit. Ayo berangkat, Tim Minato!”

“YOOO…”

==================><=======================><================================

Kami semua berangkat pagi itu. Kira-kira butuh perjalanan 2 jam dengan jalan kaki menuju Kusagakure. Kami memutuskan untuk istirahat sejenak di sebuah padang rumput.

“Oke. Akan kujelaskan misi kali ini. Kalian semua dengarkan baik-baik.”

“Misi kita adalah memutus bala bantuan Iwagakure yang kabarnya akan melintasi Jembatan Kanabi di Kusagakure. Kita akan menyelinap dari belakang dan menghancurkan Jembatan Kanabi sekaligus mengalahkan bala bantuan Iwagakure. Bila berhasil, secara tak langsung kekuatan Iwagakure di garis depan akan berkurang.”

“Tapi harus ada yang jadi umpan. Gimana kalau Obito?”, kata Kakashi.

“Kakashi… kau..”

“Eh eh, sudah-sudah, kalian seperti anak kecil saja, selalu bertengkar”, lerai Rin.

“Akulah yang akan jadi umpan. Aku akan berada di garis depan dan menahan musuh selagi kalian melakukan misi. Oh ya satu lagi, Kakashi, tolong pimpin teman-temanmu ya”, kataku.

“Siap Guru.”

minato

nih hadiah untukmu, obito

“Hampir lupa. Hari ini kan hari ulang tahun Kakashi. Ini Kakashi, terimalah tas medis buatanku”, kata Rin.

“Makasih Rin.”

Kurogoh saku celanaku. Masih ada kupikir. Akan kuhadiahkan pada Kakasahi.

“Kakashi, ini hadiah dariku. Kunai special milikku. Jika kau butuh bantuan, cukup alirkan chakra ke kunai itu dan dalam sekejap aku akan datang ke tempatmu.”

“Wah makasih banyak guru.”

Kakashi lalu mendekat ke Obito, dan menengadahkan tangannya.

“Cih, apaan. Aku lupa hadiah untukmu.”

“Yah, tak apa. Lagian hadiah darimu mungkin barang yang hanya menambah beban.”

Begitulah Obito dan Kakashi. Selalu bertengkar setiap saat. Untungnya ada Rin yang dapat melerai mereka.

“Nah, istirahat cukup. Ayo kita jalan lagi.”

Kira-kira 30 menit kami berjalan hingga kami sampai di suatu hutan yang cukup lebat.

“Berhenti”, kata Kakashi.

(Wah hebat. Dia sudah mampu mendeteksi datangnya ancaman)

“Ada musuh di balik pohon. Hati-hati!”, kata Kakashi.

CIIP… CIIP…

Muncul kilatan petir dari telapak tangan Kakashi. Chakra elemen Listrik yang diubahnya menjadi kilatan petir.

“Guru, musuh akan kuhabisi dengan jutsu ini, Chidori.”

Kakashi_Chidori

akan kutebas musuh dengan jurus baruku ini.. CHIDORI !!!

Kakashi berlari menerjang musuh sendirian. Serangannya sungguh dahsyat. Pohon pun langsung tumbang bila terkena Chidori-nya.  Sayang serangannya meleset. Sementara musuh yang lain berdatangan.

“Obito.. Awas”, kataku.

“Mu…suh… da…tang..”

Obito hanya diam terpaku dan tak melakukan perlawanan. Mungkin karena grogi. Di lain pihak, Kakashi menggunakan Chidori lagi.

“Chidori memang jutsu level-S yang sangat dahsyat. Tapi ada kelemahan dibaliknya, yaitu penggunanya harus berlari lurus dengan cepat sehingga menimbulkan celah bagi lawan untuk melakukan serangan balik, entah dari samping atau belakang”

CROOT…

“Aaah…”, jerit Kakashi.

“Sial.. aku terlambat”, kataku.

FLASH…

Dalam sekejap aku menolong Kakashi. Benar dugaanku musuh berhasil menghindar dan melukai Kakashi. Mata kirinya terluka cukup parah.

“Rin.. Obati Kakashi!”

“Baik guru.”

“Oke.. Kurasa aku tak punya pilihan.”

FLASH…

Dalam sekejap seluruh musuh dapat kukalahkan. Segera kuevakuasi murid-muridku ke tempat yang aman.

(Malam harinya)

“Rin.. Istirahatlah. Kakashi biar kujaga.”

“Ta.. tapi guru.”

“Tak apa. Besok kalian harus segar bugar.”

Obito datang menghampiriku

“Guru.. aku minta maaf. Aku tak berkutik karena grogi. Andai Sharingan-ku bangkit..”

“Obito.. Di medan perang kau harus bersikap tenang dan fokus. Juga meski Sharingan-mu belum bangkit, aku tahu dalam dirimu tersimpan kekuatan yang melebihi Sharingan.”

“Apa itu.. guru?”

“Kekuatan untuk melindungi teman-temanmu. Karena itu berhentilah bersikap cengeng dan lakukan yang terbaik demi teman-temanmu. Mengerti?”

“Ba.. baik guru.”

Obito melihat ke arah Kakashi yang tertidur pulas.

“Kakashi.. Kenapa dia selalu sok jagoan sih. Sampai babak belur gitu.”

“Apa kau ingin tahu jawabannya.”

“Iya guru.”

“Kau tahu kan ayah Kakashi, Sakumo Hatake, atau yang kita kenal ‘Konoha Shiroi Kiba’.

-Sakumo-Hatake-naruto-shippuuden-19141864-1280-720

dia adalah pahlawan konoha… seorang shinobi sejati…

“Oh yang tewas bunuh diri itu.”

“Ya betul. Tapi akan kuceritakan alasan dibalik tindakannya itu. Di suatu misi, ayah Kakashi dihadapkan pada 2 pilihan, menyelesaikan misi atau menyelamatkan temannya. Ia memlilih menyelamatkan temannya. Misi pun gagal. Padahal bila berhasil misi itu akan membawa keuntungan besar bagi Konoha. Akhirnya semua orang di desa menyalahkan dirinya, bahkan temannya sendiri yang waktu itu diselamatkannya. Merasa depresi dan malu, Sakumo Hatake memutuskan mengakhiri hidupnya.”

“Sungguh tragis.. Pahlawan Konoha mati seperti itu..”, kata Obito.

“Ya. Sejak saat itulah Kakashi menjadi shinobi yang selalu memprioritaskan aturan dan misi. Kakashi tak ingin mengulangi kesalahan ayahnya.”

“Berat juga ya penderitaan Kakashi. Tak kusangka di balik wajah sinisnya itu tersimpan masa lalu yang kelam.”

“Nah Obito, tidur sana. Besok kalian harus bangun pagi-pagi.”

“Baik guru.”

(Dan malam itu mereka tertidur dengan lelap. Beralaskan tanah dan beratapkan langit penuh bintang. Besok sebelum mereka bangun, aku harus bergegas menuju garis depan. Kuharap misi ini berjalan sukses)

FLASH…

“Bagaimana situasi garis depan?”, tanyaku.

“Oh Minato. Tinggal 20 orang dari Konoha yang tersisa. Saat ini kami terkepung.”

“Baik. Bantu aku menyebarkan kunai-kunai ini. Akan kuperlihatkan kekuatan sejati ‘Konoha Kiroi Senkou’ “

Perang yang sangat melelahkan. Kulihat hari sudah beranjak sore. Kurasa musuh-musuh sudah berhasil kukalahkan. Kuputuskan untuk kembali ke pasukanku dan beristirahat sejenak. Menggunakan Shunshin no Jutsu dan Hiraishin no Jutsu secara bersamaan membuat badanku capek semua.

“Konoha beruntung punya shinobi sepertimu, Minato”, kata salah seorang pasukan.

“Terima kasih. Aku harus beristirahat.”

CLIING..

“Ada sinyal dari kunai Kakashi. Berarti Kakashi dalam bahaya. Aku harus segera kesana.”

FLASH..

Tiba-tiba aku telah berada di suatu tempat yang penuh bebatuan longsor. Begitu melihat Kakashi dan Rin, segera kuselamatkan mereka dan membawanya ke tempat yang aman.

“Mana Obito..?”

“Guru, Obito…”, kata Rin dengan suara yang tak jelas.

“Ada apa Rin? Cepat katakan!”

“OBITO.. MATI..”

“Kakashi, apa benar itu?”

“Ini semua salahku guru. Aku tak pantas menjadi seorang Jounin. Bahkan aku tak pantas dipanggil shinobi.

“Coba jelaskan apa yang terjadi, Kakashi… Rin..”

Malam yang sunyi. Mereka bercerita semuanya. Tentang penculikan Rin oleh shinobi Iwagakure, pertengkaran Kakashi dan Obito, juga… kematian Obito. Pedih rasanya hati ini. Bagaimana mungkin seorang Jounin sepertiku yang mampu mengalahkan 1000 musuh seorang diri gagal melindungi muridnya sendiri.

“Sudahlah yang berlalu biar berlalu. Sekarang marilah kita berdoa agar Obito tenang di dunia sana.”

“Baik guru.”

…………………

“Obito, aku bersumpah akan menjadi shinobi yang lebih hebat. Dengan hadiah mata Sharingan-mu ini, aku akan menjadi shinobi yang terkenal di seluruh penjuru Negara-negara shinobi. Dengan matamu ini, aku akan menyongsong masa depan sambil selalu mengingat pesanmu.”

“Apa pesan Obito, Kakashi?”, tanyaku.

Don__t_cry_kakashi_by_Latifa700

Obito… kita akan melihat masa depan bersama-sama..itu pasti

“SHINOBI YANG MELANGGAR ATURAN ADALAH SAMPAH, TAPI SHINOBI YANG MENELANTARKAN TEMANNYA SENDIRI LEBIH RENDAH DARI SAMPAH.”

TESS…

Air mataku menetes. Campuran antara air mata kesedihan dan kebanggaan. Obito.. riwayatmu begitu singkat. Sayang ajal terlalu cepat menjemputmu.

“Nah.. Rin dan Kakashi, kita selesaikan misi ini agar pengorbanan Obito tidak sia-sia.”

Dan hari itu kami berhasil menghancurkan Jembatan Kanabi. Misi kami sukses dengan pengorbanan nyawa Obito. Cara hidup shinobi terlukis dari cara matinya. Obito.. kau memang murid yang hebat.

Iklan
Pos ini dipublikasikan di fanfic, Naruto dan tag , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s