A DIARY OF MINATO PART 2


ROAD TO DREAM!!

 

“Kurang cepat Minato, kau harus lebih cepat untuk menghindari batuan longsor itu”, ucap Jiraiya.

“Ah maafkan aku guru, tapi aku rasa aku sudah mencapai batasku”.

Kira-kira sudah dua tahun aku menjadi seorang Genin. Berbagai macam misi telah kujalani. Bahkan aku sempat menyelesaikan misi Rank-B beberapa kali. Mungkin, aku merasa beruntung dijadikan murid oleh salah satu Sannin Ninja, Jiraiya. Sudah tak diragukan lagi, ia adalah salah satu shinobi terkuat di desa yang mungkin akan menjadi Hokage berikutnya.

Terkadang aku iri melihat tim lainnya berlatih bersama-sama. Satu guru dan tiga murid. Tetapi tidak demikian dengan timku. Memang pada awalnya Tim Jiraiya terdiri dari 3 orang. Tapi baru beberapa bulan kami menjalankan misi bersama, kedua temanku itu hilang tanpa jejak. Guru memberitahuku bahwa mungkin keduanya direkrut untuk dilatih menjadi anggota Ne.

“Bagaimana sudah hilang capeknya?”, tanya Guru Jiraiya.

“Sebentar guru, masih capek”.

“Tunggu sebentar disini Minato”.

“Eh kemana ya guru? Tiba-tiba menghilang”.

Belum sampai 5 menit Guru sudah hadir di hadapanku. Dia membawa dua buah es krim berwarna biru.

“Wah, guru tahu aja kalau aku ingin sekali es krim”.

“Hehe, ayo cepat makan sebelum meleleh. Setelah itu lanjutkan kembali latihanmu”.

“Oke, ayo latihan lagi”, ujarku setelah staminaku terisi.

“Kau siap Minato”, kata Guru.

“Ya”.

“Oke, ini dia, Elemen Tanah : Jutsu Batuan Berjatuhan”.

Dari atas tebing itu lalu jatuh banyak bebatuan. Mungkin seperti tanah longsor. Aku harus menghindari bebatuan itu. Gelombang bebatuan pertama mudah kuhindari, karena jarak antar bebatuan relatif longgar. Begitu juga gelombang kedua. Tapi saat gelombang ketiga, jarak antar bebatuan begitu rapat belum lagi frekuensi jatuhnya batu kali ini kurasa lebih cepat. Akhirnya, aku kembali terpental oleh bebatuan itu.

“Oke cukup untuk hari ini”, kata Jiraiya sambil menghentikan jutsunya.

“Kau semakin berkembang Minato”, kata Guru sambil menepuk-nepuk pundakku.

“Guru, apa latihan-latihan ini akan semakin membuatku kuat? Bukannya guru harus mengajariku semacam jutsu?”, tanyaku dengan napas terengah-terengah.

“Ini baru tahap awal, Minato. Kau akan kuajari teknik “Shunshin no Jutsu”, teknik untuk berpindah tempat secara cepat dari satu tempat ke tempat lain. Teknik ini sebenarnya adalah teknik dasar, tapi bila ditekuni dengan baik bukan mustahil kau akan mampu mengembangkan teknik ini dan membuat teknik originalmu sendiri. Jadi jangan mudah putus asa dan tetap berusaha”.

Hari ini seperti hari yang lainnya. Aku lelah dan lapar. Ingin segera aku makan takoyaki kesukaanku. Kemudian datang gadis berambut merah, Kushina.Ia berlari menghampiriku dengan cepatnya.

“Loh, latihannya sudah selesai Minato?”, tanya Kushina.

“Ya, udah selesai kok”.

“Payah, padahal aku mau datang untuk menyemangatimu Minato”.

“Terima kasih Kushina”.

Krucuk-krucuk ( Sial perutku berbunyi dengan keras. Jangan sampai Kushina tahu).

“Ayo ikut aku”, kata Kushina sambil menggandeng tanganku.

“Mau kemana kita Kushina?” , tanyaku dengan penuh keheranan.

“Sudahlah, jangan banyak omong, dasar bawel”, jawab Kushina dengan judes.

Ternyata Kushina membawaku ke kedai takoyaki kesukaanku.

“Hari ini aku yang akan mentraktirmu”, kata Kushina.

“Terima kasih Kushina”.

Tumben hari ini Kushina begitu perhatian padaku. Mungkin ia sudah berubah, dia bukan lagi “Si Tomat” atau “Habanero Berdarah” lagi. Tapi ia berubah menjadi gadis yang penuh perhatian. Sebagai teman dekatnya, aku sangat senang melihat perubahannya.

“Gimana sudah kenyang”, tanya Kushina.

“Banget, terima kasih ya Kushina”.

“Karena sudah kutraktir hari ini, besok kau harus memberiku sebuah hadiah, tapi ingat aku ga mau hadiah seperti coklat, boneka, atau hadiah yang itu-itu saja. Aku mau hadiah yang spesial”, kata Kushina.

“Tap… tapi hadiah seperti apa Kushina?”.

“Itu urusanmu. Pokoknya besok di hari ulang tahunku yang ke-12 kau harus memberiku hadiah yang spesial. Jika tidak, aku akan menghajarmu habis-habisan atau akan kujadikan kau samsak hidup untuk latihan kunai-ku. Gimana?”, kata Kushina dengan wajah yang begitu menyeramkan.

(sambil menelan ludah)”Oke, oke, akan kuusahakan”, kataku sambil berusaha menjauh darinya.

“Nah gitu kan enak urusannya. Oke aku pulang dulu, sampai jumpa Minato”.

Aku pun bingung mendengar permintaan anehnya tadi. Hadiah apa yang harus kuberikan pada Kushina? Secara ia adalah cewek tomboy. Kalau kuberi boneka atau coklat, yang jadi aku malah digebukin. Hah repot, biarlah itu kukerjakan esok hari saja. Sekarang lebih baik aku pulang ke rumah dan segera mengistirahatkan tubuhku ini.

Mungkin kalian semua berpikir kenapa akhir-akhir ini aku akrab dengan Kushina, yang notabene adalah anak pindahan di Konoha. Akan kuceritakan.

 

Hari ini sama seperti biasanya. Latihan pagi lalu mulai menjalankan misi. Tapi aku bosan dengan misi yang itu-itu aja. Menangkap kucing, menjaga rumah, dan segala pekerjaan lain yang kurasa bukanlah tugas seorang shinobi yang sebenarnya.  Kulihat ada yang aneh hari ini. Banyak terdapat poster si anak baru itu, Kushina. Ada apa ya?

“Eh, Mikoto, ada apa? Kok banyak poster Kushina sih”.

“Itu Minato… Kushina menghilang”.

“Menghilang bagaimana?”, tanyau dengan penuh keheranan.

“Ya ia tak ada di desa, kucari di rumahnya pun tak ada, saat latihan pagi pun ia tak muncul padahal ia selalu datang paling awal”.

“Apa Hokage sudah tahu hal ini?”.

“Sudah, Hokage sudah mempersiapkan para ANBU untuk melacak keberadaan Kushina”.

“Kalau begitu aku juga akan mencarinya”.

Aku pun segera mencari Kushina di seluruh penjuru desa. Juga bertanya pada setiap orang, tapi tetap nihil hasilnya. Kemudian aku berpikir sejenak mengingat segala informasi yang kudapatkan.

“Oh ya, kemarin malam kan aku bertemu Kushina di lapangan, berarti ada kemungkinan ia menghilang di malam hari, jika ia menghilang di malam hari besar kemungkinan ia diculik oleh shinobi dari desa lain, mengingat semakin sedikit keramaian massa maka semakin besar potensi penculikan. Tapi siapa ya yang tega menculik Kushina?”.

Saat itu aku tak punya pilihan lain. Aku harus mencarinya keluar desa. Meski para ANBU juga mencari Kushina, tapi tak ada salahnya bila aku ikut mencari.

===================><=====================================><============================

“Sial, belum ketemu juga”, kataku sambil mencari dari atas pohon.

“Aku harus mencari dan membawanya pulang ke Konoha, bagaimanapun ia adalah shinobi Konoha”.

Negara Api sangatlah luas. Bukan hal yang mudah mencari seseorang di tengah rimbunnya pepohonan di hutan. Apalagi bagi seorang Genin sepertiku. Tapi aku tak akan menyerah.

“Apa ya itu?”.

Pandanganku tertuju pada sehelai rambut di tanah.

“Rambut siapa ini? Tapi lihat baik-baik, warnanya merah, juga cukup panjang”.

Sejenak aku berpikir.

“Ini pasti rambut Kushina. Aku yakin itu. Berarti ia tak jauh dari sini”.

Segera kupercepat langkahku.  Kushina pastinya tak jauh dari sini.

Setelah kurang lebih 15 menit mencari, akhirnya aku menemukan Kushina. Ternyata benar Kushina diculik. Penculiknya adalah shinobi Kumogakure. Kulihat Kushina kelelahan mungkin karena dipaksa berjalan sedemikian jauhnya.

“Harus kucari cara untuk merebutnya”.

Kulihat jumlah musuh ada 2 orang. Di lihat dari penampilannya, mereka setingkat Jounin. Bila aku bertarung jelas aku akan kalah. Harus kugunakan cara lain.

Segera kulemparkan bom asap. Lalu aku langsung merebut Kushina dari mereka.

“Sial, siapa yang berani melakukan ini?”.

“Target kita hilang. Bom asap sialan”.

Kushina sudah berada dalam gendonganku, meski dirinya masih belum sadar betul. Tinggal membawanya pulang. Namun dua shinobi Kumogakure itu mengejarku.

“Kembalikan anak itu,bocah tengik!”.

“Kembalikan atau kau akan mati”.

Keduanya melemparkan kunai.  Aku segera menghindarinya. Kemudian aku melihat tas persenjataan Kushina. Di dalamnya ada kertas peledak.

“Kushina, aku pinjam ya”.

Segera kutempelkan kertas peledak itu dengan kunaiku. Selanjutnya aku harus mencari titik yang tepat untuk melemparkan kunai tepat ke tempat pijakan kedua shinobi itu.

“Sekarang”.

Kulemparkan kunaiku ke dahan pohon tempat mereka berpijak. DUAAR!!! Kunai meledak dan kedua shinobi itu jatuh ke tanah. Setidaknya hal ini akan memperlambat gerak mereka. Aku harus cepat sebelum mereka menyusul lagi.

=======================><===================================><=============================

“Kurasa sekarang sudah aman”.

“Kushina, kamu tidak apa-apa kan?”.

“Emm, di mana aku?”, kata Kushina sambil mengusap-usap matanya.

“Kita di hutan Negara Api. Kau tadi diculik Kushina”.

“Oh ya, bagaimana kau bisa menemukanmu Minato?”.

Aku menunjukkan sehelai rambut merah yang kutemukan tadi pada Kushina.

“Ini kan, rambutku, sengaja kutinggalkan sebagai petunjuk bagi ANBU, tapi mengapa bukan mereka tapi kau yang menyelamatkanku?”, tanya Kushina dengan wajah keheranan.

“Mungkin ANBU tak menyadari bahwa rambut indah itu adalah milikmu Kushina”, jawabku sambil tersenyum.

Mendengar jawabanku tadi, wajah Kushina memerah. Di bawah rembulan malam, wajahnya yang memerah tadi terlihat sangat manis bagiku.

“Minato”.

“Apa Kushina?”

“Terima kasih ya, cowok feminim”, kata Kushina sambil mencubit pipiku.

“Eh, lepasin dong, entar aku jatuh loh”.

“He he, mulai sekarang kita adalah sahabat. Setuju, Minato?”.

“Mengapa tidak? Tak ada salahnya kita bersahabat”.

Tak terasa kami sudah sampai desa. Kulihat pintu gerbang desa terbuka. Banyak terdapat Jounin dan Chuunin disana.

“Kau berhasil, Minato. Kau menemukan Kushina”, kata seorang Chuunin.

“Hidup Minato, Hidup Minato, Hidup Minato”.

Semua orang di sana menyorakiku. Mereka menyorakiku bak pahlawan perang. Padahal aku kan hanya menyelamatkan Kushina saja.

Aku langsung mengantar Kushina pulang ke rumahnya. Setelah itu aku langsung pulang, dan tentu saja tidur. Besok aku akan melaporkan hal ini pada Hokage. Syukur-syukur, kalau misi penyelamatan Kushina ini digolongkan misi Rank-B. Berarti catatan misiku akan semakin lengkap.

“Selamat Tidur”.

Iklan
Pos ini dipublikasikan di fanfic, Naruto dan tag , , , , , , , . Tandai permalink.

Satu Balasan ke A DIARY OF MINATO PART 2

  1. Andi Lubiantono berkata:

    izin download gambarnya ya

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s